Pengembangan Strategi Pembelajaran Diferensiasi Informatika Model 4D Berdasarkan Gaya Belajar VAK Dan Minat Karir RIASEC untuk Kelas X Kurikulum Merdeka
Kata Kunci:
4D, informatika, pembelajaran direfensiasi, RIASEC, VAKAbstrak
Kurikulum Merdeka diperkenalkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan dengan memberikan fleksibilitas dalam implementasi kurikulum agar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pembelajaran diferensiasi Informatika dengan model 4D yang menyesuaikan dengan gaya belajar VAK dan minat karir RIASEC untuk kelas X di SMA Kartika XIX-1 Bandung. Model 4D yang terdiri dari tahap Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan, dan Penyebaran dipilih karena kemudahan dan efisiensinya dalam waktu pengembangan. Analisis menunjukkan bahwa dari 36 peserta didik, 53% memiliki gaya belajar visual, 30% auditori, dan 17% kinestetik. Sementara itu minat karir didominasi oleh kategori sosial (28%) dan konvensional (22%). Implementasi strategi pembelajaran yang berbasis pada gaya belajar dan minat karir ini menunjukkan hasil yang signifikan dengan persentase efektivitas pembelajaran untuk materi validitas sumber data mencapai 90% untuk gaya belajar visual, 89% untuk auditori, dan 93% untuk kinestetik serta untuk materi konsep struktur data mencapai 89% untuk visual, 91% untuk auditori, dan 90% untuk kinestetik. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penyesuaian strategi pembelajaran dengan karakteristik individu peserta didik untuk meningkatkan efektivitas dan relevansi pembelajaran dalam konteks Kurikulum Merdeka.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL PENDIDIKAN LABSCHOOL

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.